BLANTERTOKOSIDEv102

Arabika dan Robusta: Bedanya Apa Sih, Secara Sederhana?

Arabika dan Robusta: Bedanya Apa Sih, Secara Sederhana?


Banyak orang mulai minum kopi, lalu berhenti di satu titik yang sama: bingung memilih. Di rak kopi tertulis Arabika. Di rak sebelah tertulis Robusta.

Keduanya sama-sama kopi, sama-sama hitam, tapi rasanya bisa sangat berbeda. Pertanyaannya: apa sebenarnya bedanya? Jawaban pendeknya: rasa dan kenyamanan saat diminum.

Arabika biasanya terasa lebih ringan. Rasanya bisa lebih halus, kadang sedikit asam, dan aromanya lebih beragam. Bagi sebagian orang, Arabika terasa “lebih bersih” di mulut.

Robusta sebaliknya.

Rasanya lebih tebal, lebih pahit, dan cenderung kuat. Kandungan kafeinnya juga lebih tinggi, sehingga efek “melek”-nya terasa lebih cepat.

Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk. Yang ada hanya: mana yang cocok untuk Anda.

Jika Anda baru mulai minum kopi dan sering merasa kopi terlalu pahit atau terlalu berat, biasanya Arabika terasa lebih ramah.

Jika Anda butuh kopi yang kuat dan tidak masalah dengan rasa pahit, Robusta sering jadi pilihan.

Masalahnya, banyak orang mengira mereka “tidak suka kopi”, padahal sebenarnya mereka hanya belum menemukan jenis yang pas.

Arabika dan Robusta bukan soal mana yang lebih keren. Ini soal tubuh dan selera masing-masing. Anda juga tidak harus memilih satu selamanya.

Banyak orang menikmati Arabika di pagi hari, dan Robusta saat butuh tenaga ekstra.

Kopi tidak menuntut kesetiaan.

Ia hanya ingin dinikmati dengan cara yang wajar.

Jika Anda masih ragu, pilih kopi yang rasanya tidak membuat Anda berhenti di satu cangkir. Itu biasanya tanda kopi tersebut cocok untuk Anda.

Di Mahya Coffee, kami memanggang Arabika dan Robusta dengan pendekatan yang sama: dibuat supaya rasanya seimbang, tidak menyiksa, dan bisa diminum dengan nikmat.

Karena pada akhirnya, kopi yang baik bukan yang paling rumit dijelaskan tapi yang paling ingin Anda tuang lagi.

Produk Lainnya